Teladani Iman Abraham, Pdt. Imelda Mahino Ajak Jemaat GMIST Betlehem Tahuna Berani Hidupi Panggilan Tuhan

Posted on

PROSULUT.com, TAHUNA – Jemaat GMIST Betlehem Tahuna diajak meneladani iman Abraham dengan berani melangkah dalam ketaatan kepada Tuhan, meski harus menghadapi ketidakpastian. Ajakan tersebut disampaikan Pdt. Imelda L. Mahino, S.Th., saat menyampaikan khotbah pada Ibadah Minggu III Sesi II di Gedung Gereja GMIST Betlehem Tahuna, Kecamatan Tahuna Timur, Minggu (19/7/2026).

Ibadah berlangsung dalam suasana khidmat dengan nas pembimbing dari Galatia 3:14 yang menegaskan bahwa melalui Yesus Kristus, berkat yang dijanjikan Allah kepada Abraham diberikan kepada semua orang percaya sehingga mereka menerima janji Roh Kudus oleh iman.

Dalam pelayanan Firman Tuhan yang diambil dari Kejadian 12:1-9, Pdt. Imelda menguraikan kisah panggilan Allah kepada Abram sebagai teladan iman, ketaatan, dan kepercayaan penuh kepada Tuhan.

Menurutnya, ketika Allah memanggil Abram meninggalkan negeri, sanak saudara, dan rumah ayahnya menuju negeri yang akan ditunjukkan-Nya, Abram tidak mengetahui dengan pasti tujuan akhirnya. Namun, ia tetap melangkah karena percaya sepenuhnya kepada Allah yang setia menggenapi setiap janji-Nya.

“Iman sejati bukan hanya diucapkan, tetapi diwujudkan melalui keberanian untuk taat dan tetap melangkah bersama Tuhan, sekalipun kita belum mengetahui seluruh rencana-Nya,” ujar Pdt. Imelda.

Ia menegaskan bahwa ketaatan Abraham membawa berkat yang besar. Allah menjadikannya bangsa yang besar, memasyhurkan namanya, serta memakai hidupnya sebagai saluran berkat bagi banyak bangsa. Janji itu, lanjutnya, mencapai penggenapannya melalui Yesus Kristus sehingga keselamatan dan berkat Allah tersedia bagi semua orang yang percaya.

Pdt. Imelda juga mengingatkan bahwa pesan Firman Tuhan tersebut tetap relevan bagi kehidupan orang percaya saat ini. Setiap orang Kristen dipanggil untuk membangun hubungan yang intim dengan Tuhan, berani meninggalkan zona nyaman, serta tetap setia menjalankan kehendak-Nya di tengah berbagai tantangan dan pergumulan hidup.

“Sering kali Tuhan memanggil kita keluar dari kenyamanan untuk memasuki rencana-Nya yang lebih besar. Dibutuhkan iman yang teguh dan ketaatan untuk tetap melangkah bersama Tuhan. Ketika kita setia mengikuti kehendak-Nya, Tuhan akan memelihara, menuntun, dan memakai hidup kita menjadi berkat bagi sesama,” pesannya.

Mengakhiri khotbahnya, Pdt. Imelda mengajak seluruh jemaat agar tidak hanya menjadi pendengar Firman, tetapi juga pelaku Firman dalam kehidupan sehari-hari melalui kasih kepada sesama, kerendahan hati, kesetiaan dalam menjalankan panggilan, serta ketaatan kepada Tuhan.

Melalui perenungan tersebut, jemaat diharapkan terus meneladani iman Abraham dengan percaya kepada penyertaan Tuhan dan tetap setia menjalani panggilan hidup sebagai pribadi yang membawa damai dan menjadi berkat bagi sesama.

(Yosua Patras)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *